Bedanya Nonaktifkan dan Hapus Akun Kredivo, Pilih yang Mana?

Sekitar setahun lalu saya mulai jualan kopi literan lewat online, iseng-iseng doang awalnya. Sekarang, jujur aja, pemasukan dari situ udah hampir nyamain gaji bulanan saya di kantor. Rasanya lega, tapi juga bikin saya mulai mikir ulang soal beberapa akun finansial yang dulu saya pakai pas kondisi masih pas-pasan.

Salah satunya akun PayLater Kredivo. Dulu saya pakai buat nutup kebutuhan mendadak pas gaji belum cair, termasuk belanja kebutuhan dagangan secara online. Sekarang karena arus kas udah mulai lebih sehat, saya mikir, mending nonaktifkan Kredivo aja sementara, siapa tahu nanti butuh lagi. Pas saya cari tahu lebih dalam, ternyata ada tiga opsi berbeda yang sering ketuker satu sama lain, dan saya sempat salah paham juga sebelum akhirnya ngerti bedanya.

Ternyata Ada Fitur Blokir Sementara

Ini yang bikin saya lega pas nemuinnya. Saya kira dulu cuma ada dua pilihan ekstrem, biarkan aktif atau hapus permanen. Ternyata ada opsi tengah yang namanya blokir akun sementara, dan ini yang paling pas buat kebutuhan saya sekarang.

Caranya juga nggak ribet. Tinggal masuk ke menu Akun di halaman utama, pilih menu Keamanan, terus klik Blokir Akun. Nanti kamu diminta pilih alasan pemblokiran, dan kalau alasannya nggak ada di daftar, tinggal pilih “lainnya” terus isi sendiri alasannya. Terakhir, input PIN Kredivo buat konfirmasi. Selesai, akun kamu langsung terblokir sementara tanpa harus lewat proses panjang kayak penutupan resmi.

Bedanya dengan Sekadar Dibiarkan Nganggur

Nah, ini yang bikin saya mikir ulang soal rencana awal. Kalau cuma dibiarkan nggak dipakai tanpa diblokir, akunnya tetap dalam kondisi aktif sepenuhnya, artinya kalau ada yang berhasil akses akun kamu, transaksi tetap bisa jalan.

Beda dengan blokir sementara. Statusnya jadi nonaktifkan Kredivo secara resmi lewat sistem, jadi lebih aman kalau memang kamu nggak berencana pakai dalam waktu dekat tapi masih pengin punya opsi buat aktifkan lagi nanti. Buat saya yang lagi fokus ke bisnis kopi dan jarang buka aplikasi Kredivo, ini jelas lebih masuk akal dibanding biarin akun nganggur begitu aja tanpa proteksi tambahan.

Kenapa Saya Nggak Pilih Hapus Akun Total

Sempat kepikiran juga buat langsung ajukan penutupan permanen. Tapi begitu saya timbang lagi, rasanya kurang pas sama kondisi usaha saya yang masih dalam tahap berkembang.

Kredivo PayLater punya opsi tenor yang cukup fleksibel, mulai dari 1 bulan 0% Bunga & Admin sampai cicilan lebih panjang dengan bunga mulai 1,99 persen per bulan, dan limit pinjamannya bisa sampai Rp50 juta buat akun Premium. Kalau sewaktu-waktu ada peluang usaha mendadak, misalnya butuh mesin roasting baru atau nambah stok pas ada pesanan borongan, saya masih punya jaring pengaman tanpa harus daftar ulang dari nol. 

Beda ceritanya kalau saya pilih hapus akun total, yang sifatnya permanen dan nggak bisa diaktifkan lagi selamanya.

Jadi, Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?

Balik lagi ke kebutuhan masing-masing orang. Kalau kamu masih ada kemungkinan butuh fasilitas kredit lagi tapi lagi nggak mau dipakai dalam waktu dekat, blokir sementara adalah jalan tengah yang paling masuk akal. Prosesnya cepat, dan akun bisa diaktifkan lagi kapan pun kamu siap.

Tapi kalau memang niatnya udah bulat pengin bersih total dari fasilitas kredit dalam jangka panjang, opsi hapus akun resmi lewat customer service lebih tepat, meski konsekuensinya permanen dan semua tagihan wajib lunas dulu sebelum diajukan. 

Yang penting, sekarang kamu udah tahu ada tiga jalan berbeda, bukan cuma dua. Dibiarkan aktif, diblokir sementara, atau dihapus permanen, dan masing-masing punya konsekuensi sendiri yang perlu dipikirkan sesuai kondisi kamu saat ini.